<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Telaga Ilmu</title>
	<atom:link href="http://zakiumami.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://zakiumami.wordpress.com</link>
	<description>Siapa kenal dirinya, dia kenal Tuhannya</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 Mar 2011 02:51:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='zakiumami.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Telaga Ilmu</title>
		<link>http://zakiumami.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://zakiumami.wordpress.com/osd.xml" title="Telaga Ilmu" />
	<atom:link rel='hub' href='http://zakiumami.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kisah Anjing yang Setia</title>
		<link>http://zakiumami.wordpress.com/2010/04/28/kisah-anjing-yang-setia/</link>
		<comments>http://zakiumami.wordpress.com/2010/04/28/kisah-anjing-yang-setia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Apr 2010 13:57:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zakiumami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reflective]]></category>
		<category><![CDATA[cerita inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zakiumami.wordpress.com/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[Ada sebuah cerita tentang seorang wanita yang mempunyai anjing yang setia. Anjing ini sangat setia, sehingga wanita itu bisa dengan tenang meninggalkan bayinya dengan anjing dan pergi untuk menghadiri suatu acara. Dia selalu kembali dan menemukan anaknya sedang tidur nyenyak sedang anjingnya setia mengawasinya. Suatu hari, sesuatu yang tragis terjadi. Wanita itu seperti biasa, meninggalkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zakiumami.wordpress.com&amp;blog=12068563&amp;post=112&amp;subd=zakiumami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada sebuah cerita tentang seorang wanita yang mempunyai anjing yang setia. Anjing ini sangat setia, sehingga wanita itu bisa dengan tenang meninggalkan bayinya dengan anjing dan pergi untuk menghadiri suatu acara. Dia selalu kembali dan menemukan anaknya sedang tidur nyenyak sedang anjingnya setia mengawasinya.<br />
<span id="more-112"></span><br />
Suatu hari, sesuatu yang tragis terjadi.</p>
<p>Wanita itu seperti biasa, meninggalkan bayinya dalam &#8220;tangan&#8221; anjing yang setia dan pergi berbelanja. Ketika ia kembali, ia menemukan pemandangan yang mengerikan. Rumahnya terlihat berantakan.</p>
<p>Ranjang bayi itu telah dibongkar. popok dan pakaiannya tercabik-cabik, dengan noda darah di seluruh kamar tidur bayi tempat ia meninggalkan bayinya bersama anjing. Kaget, wanita itu langsung histeris dan berusaha mulai mencari bayinya.</p>
<p>Akhirnya, ia melihat anjing yang setia itu muncul dari bawah tempat tidur. Anjing Itu berlumuran darah dan menjilati mulutnya seakan baru saja selesai makan lezat. Wanita itu menjerit dan langsung mengamuk dan mengira jika anjing itu telah memakan bayinya. Tanpa berpikir panjang, ia langsung memukuli anjing itu hingga mati.</p>
<p>Tapi saat ia mencoba untuk terus mencari bayinya, dia pun melihat hal yang lain.</p>
<p>Di dekat tempat tidur, ia melihat bayinya sedang berbaring di lantai dengan selamat. Dan di bawah tempat tidur, ia melihat bangkai serigala dengan tubuh yang penuh luka dan terlihat baru mengalami pertempuran yang sengit dengan anjing yang sekarang sudah mati di tangannya sendiri.</p>
<p>Wanita itu sangat menyesal, ia sekarang mengerti apa yang sebenarnya telah terjadi ketika dia tidak ada. Anjing itu telah berjuang untuk melindungi bayinya dari serigala yang kelaparan. Sudah terlambat baginya sekarang untuk menebus kesalahan karena dalam ketidaksabaran dan amarah, ia telah membunuh anjingnya yang setia.</p>
<p>Memang, penyesalan selalu datang belakangan. Untuk itu kita perlu untuk berpikir dulu baru bertindak.</p>
<br />Filed under: <a href='http://zakiumami.wordpress.com/category/reflective/'>Reflective</a> Tagged: <a href='http://zakiumami.wordpress.com/tag/cerita-inspiratif/'>cerita inspiratif</a>, <a href='http://zakiumami.wordpress.com/tag/motivasi/'>motivasi</a>, <a href='http://zakiumami.wordpress.com/tag/refleksi/'>refleksi</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zakiumami.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zakiumami.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zakiumami.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zakiumami.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zakiumami.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zakiumami.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zakiumami.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zakiumami.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zakiumami.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zakiumami.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zakiumami.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zakiumami.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zakiumami.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zakiumami.wordpress.com/112/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zakiumami.wordpress.com&amp;blog=12068563&amp;post=112&amp;subd=zakiumami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zakiumami.wordpress.com/2010/04/28/kisah-anjing-yang-setia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c828cae8c9d24e4413a22833b15f13ee?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zakiumami</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar dari Benih</title>
		<link>http://zakiumami.wordpress.com/2010/04/20/belajar-dari-benih/</link>
		<comments>http://zakiumami.wordpress.com/2010/04/20/belajar-dari-benih/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Apr 2010 08:10:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zakiumami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reflective]]></category>
		<category><![CDATA[cerita inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zakiumami.wordpress.com/?p=110</guid>
		<description><![CDATA[Setiap hari mungkin kita melihat bunga yang mekar. Tetapi pernahkah kita merenung sebenarnya bunga ini adalah sebuah metafora untuk kehidupan ini. Coba renungkan, Sebuah bibit bunga bisa berada di sebuah rak atau berada di dalam kantung plastik yang dipajang di toko benih selama bertahun-tahun. Diam di sana, tanpa kehidupan, sendirian dengan banyak teman “senasib” yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zakiumami.wordpress.com&amp;blog=12068563&amp;post=110&amp;subd=zakiumami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap hari mungkin kita melihat bunga yang mekar. Tetapi pernahkah kita merenung sebenarnya bunga ini adalah sebuah metafora untuk kehidupan ini.<br />
<span id="more-110"></span><br />
Coba renungkan,<br />
Sebuah bibit bunga bisa berada di sebuah rak atau berada di dalam kantung plastik yang dipajang di toko benih selama bertahun-tahun. Diam di sana, tanpa kehidupan, sendirian dengan banyak teman “senasib” yang menunggu kesempatan yang tepat untuk menunjukkan potensinya, untuk tumbuh menjadi sebuah tanaman yang selanjutnya berbunga.</p>
<p>Ketika benih itu ditanam di tanah, sebuah metamorfosa berlangsung. Yang dimulai dengan berkecambah. Dia mulai tumbuh, membuka dan daun kecilnya mulai merekah, menembus segala rintangan, tak peduli tanah yang keras atau lembek, basah atau kering, kotor atau bersih, yang penting dia bisa “melihat cahaya”.</p>
<p>Kita lihat, sekali benih mendapat lingkungan yang tepat dan di tanah yang tepat dengan air dan sinar matahari, maka benih itu akan berkembang dan menunjukkan potensi bahwa walaupun telah “tertidur berbulan-bulan atau bertahun-tahun”, tapi dia tetap bisa tumbuh dan menjadi bunga yang indah.</p>
<p>Peristiwa ini sama dengan yang dialami oleh kita.  Kita bisa menjadi seperti benih yang masih tersimpan di toko; selalu “duduk” sambil “menidurkan” potensi kita, mati, menunggu untuk menunjukkan potensi kita.</p>
<p>Agar potensi kita bisa keluar, kita perlu untuk menempatkan diri kita ke lingkungan yang tepat agar kita dapat berkembang dan tumbuh. Tanah kita tumbuh harus sempurna, sehingga kita dapat tumbuh. Kita perlu berada di dekat orang-orang positif, orang dengan motivasi dan keinginan untuk berhasil; orang dengan cita-cita dan impian dan berjuang setiap hari untuk mencapainya.</p>
<p>Kita harus menolak dengan agresif pikiran-pikiran kita yang negatif dengan pikiran positif dan keyakinan. Kita harus tumbuh setiap hari, seperti bunga-bunga yang indah. Kita perlu mengairi diri kita dengan cinta dan kasih sayang bagi orang lain dan menyinari diri kita dengan menemukan yang terbaik dalam segala hal.</p>
<p>Seperti bunga yang indah yang terus tumbuh setiap tahun, kita sebagai manusia juga memiliki kemampuan seperti itu. Ini adalah pilihan kita. Kita dapat menanam sendiri dan menumbuhkan potensi diri kita, atau kita bisa duduk bermalas-malasan di “rak toko benih”. Ini adalah pilihan kita sendiri.</p>
<p>Aku memilih untuk ditanam dan tumbuh setiap hari. Untuk memelihara diri dengan pikiran segar, dan berharap untuk memperbaiki diri setiap hari. Aku akan menanam diri dalam kerendahan hati, aku akan mengairinya sendiri dengan kesuksesan, sehingga bisa mekar “bunga” yang indah dalam diriku.</p>
<br />Filed under: <a href='http://zakiumami.wordpress.com/category/reflective/'>Reflective</a> Tagged: <a href='http://zakiumami.wordpress.com/tag/cerita-inspiratif/'>cerita inspiratif</a>, <a href='http://zakiumami.wordpress.com/tag/motivasi/'>motivasi</a>, <a href='http://zakiumami.wordpress.com/tag/psikologi/'>psikologi</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zakiumami.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zakiumami.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zakiumami.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zakiumami.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zakiumami.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zakiumami.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zakiumami.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zakiumami.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zakiumami.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zakiumami.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zakiumami.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zakiumami.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zakiumami.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zakiumami.wordpress.com/110/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zakiumami.wordpress.com&amp;blog=12068563&amp;post=110&amp;subd=zakiumami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zakiumami.wordpress.com/2010/04/20/belajar-dari-benih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c828cae8c9d24e4413a22833b15f13ee?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zakiumami</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Nature of Beliefs</title>
		<link>http://zakiumami.wordpress.com/2010/04/18/the-nature-of-beliefs/</link>
		<comments>http://zakiumami.wordpress.com/2010/04/18/the-nature-of-beliefs/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Apr 2010 06:16:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zakiumami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[belief]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zakiumami.wordpress.com/?p=108</guid>
		<description><![CDATA[Sudah sangat banyak artikel yang ditulis mengenai belief atau kepercayaan. Namun, semakin mempelajari belief semakin banyak hal baru ditemukan dan semakin banyak insight yang bisa dapat. Apakah sebenarnya belief? Kamus elektronika Encarta mendefiniskan belief/kepercayaan sebagai: - acceptance of truth of something: acceptance by the mind that something is true or real, often underpinned by an [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zakiumami.wordpress.com&amp;blog=12068563&amp;post=108&amp;subd=zakiumami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah sangat banyak artikel yang ditulis mengenai belief atau kepercayaan. Namun, semakin mempelajari belief semakin banyak hal baru ditemukan dan semakin banyak insight yang bisa dapat.<strong><br />
</strong>Apakah sebenarnya <em>belief</em>?<br />
<span id="more-108"></span><br />
Kamus elektronika Encarta mendefiniskan belief/kepercayaan sebagai:<br />
- <em>acceptance of truth of something</em>: <em>acceptance by the mind that something is true or real, often underpinned by an emotional or spiritual sense of certainty</em> (penerimaan kebenaran akan sesuatu: penerimaan oleh pikiran bahwa sesuatu adalah benar atau nyata, sering kali didasari oleh perasaan pasti yang bersifat emosional atau spiritual)<br />
- <em>trust</em>: <em>confidence that somebody or something is good or will be effective</em> (percaya: keyakinan bahwa seseorang atau sesuatu adalah baik atau akan efektif)<br />
- <em>something that somebody believes in: a statement, principle, or doctrine that a person or group accepts as true</em> (sesuatu yang orang percaya: pernyataan, prinsip, atau doktrin yang seseorang atau seklompok orang terima sebagai hal yang benar)<br />
- <em>opinion: an opinion, especially a firm and considered one</em> (pendapat: sebuah pendapat, khususnya yang kokoh dan telah dipertimbangkan)<br />
- <em>religious faith: faith in God or in a religion&#8217;s gods</em> (keyakinan agama: kepercayaan/iman terhadap Tuhan atau terhadap para dewa/i)</p>
<p>Sejalan dengan definisi di atas maka belief adalah ide yang kita yakini kebenarannya dan kita tidak lagi mempertanyakan kebenaran dari ide tersebut, padahal belum tentu ide ini benar-benar-benar/valid. Belief adalah program pikiran yang aktif dan bekerja di latar belakang komputer mental/pikiran, bergerak di antara pikiran sadar dan pikiran bawah sadar kita. Setiap belief merupakan ringkasan atau kesimpulan, yang dulunya dibuat oleh pikiran sadar, terhadap suatu pengalaman dari kejadian di masa lalu. Ringkasan atau kesimpulan ini adalah generalisasi terhadap suatu situasi tertentu, cara untuk mencapai atau menghindari sesuatu. Setiap beliefmemberikan short cut atau ?instruksi jalan pintas? bagaimana kita harus bersikap, bertindak, dan berperilaku.</p>
<p>Beberapa dari belief kita sangat bermanfaat, konstruktif, suportif, dan membawa kita semakin dekat dengan apa yang kita inginkan dalam hidup. Ada juga belief yang sudah &#8220;ketinggalan jaman&#8221;, sudah nggak mode lagi, sudah kuno dan menghambat perjalanan kita dalam mencapai impian. Untuk belief seperti ini kita perlu segera memodifikasi, merekonstruksi, atau bahkan menggantinya dengan belief baru.</p>
<p>Memahami belief system akan memudahkan dan memberdayakan kita untuk &#8220;melihat&#8221;, menganalisis, dan mengganti belief yang tidak mendukung. Sebaliknya kita juga dapat semakin memperkuat dan memanfaat belief yang mendukung keberhasilan kita. Belief menentukan realita kita seperti yang dikatakan oleh Roy Blount, Jr., &#8220;It&#8217;s my belief that sanity lies in realizing that reality is not exactly what we had in mind&#8221; (Saya percaya bahwa kewarasan adalah dengan menyadari bahwa realitas tidak persis sama dengan apa yang ada di pikiran kita).</p>
<p>Pakar NLP Robert Dilts mengatakan bahwa belief mempunyai tiga bentuk:</p>
<ul>
<li>sebagai      generalisasi relasi di antara pengalaman</li>
<li>sebagai      generalisasi makna</li>
<li>sebagai      generalisasi batasan/limit</li>
</ul>
<p>Dalam setiap kondisi faktor utamanya adalah generalisasi. Generalisasi berasal dari kata generalization yang berarti sebuah pernyataan yang dipandang sebagai kebenaran umum tetapi hanya berdasar pada bukti yang terbatas atau tidak lengkap?.</p>
<p>Untuk lebih mudahnya generalisasi dapat dipandang sebagai suatu simpulan atas suatu kejadian atau pengalaman. Selanjutnya setelah simpulan ini dipandang sebagai hal yang benar dan kita terima ?kebenarannya? kita lupa bahwa ini hanyalah suatu simpulan. Bisa jadi simpulan kita ternyata salah.</p>
<p>Kita mengkonstruk aturan internal mengenai relasi, makna, dan batasan sebagai hasil dari kebiasaan inteprestasi/pemaknaan pengalaman kita dengan tujuan untuk memudahkan proses pembuatan keputusan. Generalisasi, untuk mudahnya, dapat kita samakan dengan simpulan.</p>
<p>Kita memahami dunia di sekitar kita yang kompleks dengan menciptakan aturan-aturan sederhana untuk pengalaman masa lalu. Aturan ini kadang kita gunakan untuk menterjemahkan (baca: mengerti) pengalaman baru. Aturan ini sangat membantu dan memudahkan kita untuk menjalani hidup. Bila kita selalu harus mencari makna dari setiap pengalaman hidup, melalui proses berpikir logis, maka hal ini akan sangat membebani pikiran kita. Belief merupakan jalan pintas untuk membuat keputusan dan sebagai generalisasi untuk membantu kita bereaksi dengan cepat tanpa harus lama-lama berpikir.</p>
<p>Limiting belief atau kepercayaan yang bersifat menghambat meliputi banyak hal, antara lain:</p>
<ul>
<li>Kepribadian      (mis: rasa percaya diri, sifat humoris)</li>
<li>Citra      diri (mis: ukuran, berat tubuh, warna kulit, bentuk tubuh)</li>
<li>Kecerdasan      (mis: IQ,EQ,CQ,FQ,SQ)</li>
<li>Orang      lain (mis:kawan, musuh, bos, orangtua, anak)</li>
<li>Kelompok      orang (mis: yang berjanggut, para direktur atau komisaris perusahaan, para      orangtua)</li>
<li>Institusi      (mis: kepolisian, sekolah, Kantor Pelayanan Pajak)</li>
<li>Peluang      (mis: berat tubuh saya menghalangi saya, seandainya saya lebih berani,      orang lain bernasib lebih baik dari saya)</li>
<li>Performa      (mis: orang lain bisa sukses tapi saya tidak)</li>
</ul>
<p>Bagaimana <em>belief </em>terbentuk?</p>
<p><em>Belief</em> terbentuk melalui suatu proses yang rumit. Kita perlu memahami proses pembentukkan belief agar mudah melakukan modifikasi atau perubahan pada <em>belief</em>. Langkah awal untuk mengubah belief adalah dengan percaya bahwa belief bisa diubah atau dimodifikasi sesuai kebutuhan kita. Lha, kalau anda nggak percaya bahwa <em>belief</em> bisa diotak-atik maka <em>belief</em> ini akan menghambat upaya untuk mengubah belief anda.</p>
<p>Proses pembentukan belief diawali saat kita mengalami suatu kejadian. Setelah mengalami suatu kejadian apa yang kita lakukan? Pikiran akan memberikan makna pada pengalaman ini. Ingat! Setiap kejadian pada dasarnya bersifat netral. Tidak punya makna. Pikiranlah yang memberikan makna. Makna yang diberikan bisa positif, negatif, atau netral. Dan makna ini selalu benar menurut kita.</p>
<p>Selanjutnya makna akan mengakibatkan munculnya emosi yang sejalan dengan makna itu. Bila pikiran kita memberikan makna positif terhadap suatu pengalaman atau kejadian yang kita alami maka yang muncul adalah emosi positif. Bila maknanya negatif maka emosinya juga negatif. Setelah itu emosi akan mempengaruhi proses selanjutnya.</p>
<p>Apakah setelah muncul emosi kita akan langsung mengadopsi suatu belief? Tidak. Prosesnya nggak sesederhana ini. Setelah emosi muncul, pikiran akan mencoba menguji kebenaran makna. Pikiran kita akan mencari data-data pendukung terhadap makna yang telah diputuskannya. Pikiran, dalam proses mencari data pendukung, menggunakan navigasi yang dipengaruhi oleh jenis dan tingkat intensitas emosi.</p>
<p>Saat pikiran berhasil menemukan data pendukung maka makna diterima sebagai sesuatu yang benar atau valid. Sampai di sini pikiran masih juga belum mengadopsi belief atas makna suatu kejadian. Tahap selanjutnya adalah pikiran, setelah menerima dan menyatakan ?kebenaran? suatu makna, mulai menyesuaikan diri dan mengeras menjadi suatu bentuk respon yang bersifat repetitif (kebiasan berpikir). Nah, setelah ini barulah tercipta pola belief yang mendukung mode berpikir.</p>
<p>Apakah proses ini hanya sampai di sini? Tidak. Masih ada dua tahap lanjutan. Apa yang terjadi setelah pikiran mengadopsi belief? Belief akan mempengaruhi pola pikir dan perilaku. Yang dimaksud dengan perilaku adalah respon yang secara otomotasi akan muncul di masa depan terhadap pengalaman yang serupa dengan pengalaman sebelumnya.</p>
<p>Apa yang terjadi bila kita bertindak atau berperilaku dengan suatu pola tertentu? Benar sekali, perilaku kita menentukan pencapaian prestasi hidup alias nasib kita.</p>
<p>Lalu, bagaimana caranya untuk mengubah belief? Belief mempunyai ‘logika’nya sendiri. “Logika” belief belum tentu sejalan dengan logika pikiran sadar anda. “Logika” belief belum tentu sejalan dengan realitas. Kita harus memahami benar prinsip ini untuk bisa mengubah belief kita.</p>
<p>Ada satu kisah menarik yang diceritakan oleh Abraham Maslow. Seorang psikiater menangani kliennya yang percaya bahwa ia (si klien) adalah mayat. Si psikiater ini berusaha keras untuk menjelaskan, dengan menggunakan logika orang waras, bahwa hal ini tidak masuk akal. Semua cara telah dilakukan untuk meyakinkan si klien bahwa ia bukan mayat. Namun si klien tetap bersikeras percaya bahwa ia adalah mayat.</p>
<p>Dalam keputusasaannya tiba-tiba terbersit satu ide dalam pikiran si psikiater. Ia lalu bertanya pada kliennya, &#8220;Mayat mengeluarkan darah, nggak?&#8221;. &#8220;Sudah tentu tidak. Mana ada mayat yang mengeluarkan darah&#8221;, jawab si klien mantap.</p>
<p>Si psikiater lalu meminta ijin untuk menusuk ujung jari kliennya dengan jarum. Apa yang terjadi? Sudah tentu ujung jari si klien mengeluarkan darah.</p>
<p>Si klien, saat melihat jarinya mengeluarkan darah, begitu kaget dan terperangah, &#8220;Ini nggak masuk akal. Nggak ada mayat yang mengeluarkan darah&#8221;. Si klien sembuh.</p>
<p>Mengapa ia sembuh? Karena apa yang dilakukan psikiater ini telah membuktikan bahwa “logika” belief si klien ternyata salah. Begitu &#8220;logika&#8221; belief terbukti salah maka belief tidak lagi mempunyai pendukung. Dengan demikian belief akan rontok dengan sendirinya.</p>
<p>sumber: www.adiwgunawan.com</p>
<br />Filed under: <a href='http://zakiumami.wordpress.com/category/psychology/'>Psychology</a> Tagged: <a href='http://zakiumami.wordpress.com/tag/belief/'>belief</a>, <a href='http://zakiumami.wordpress.com/tag/psikologi/'>psikologi</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zakiumami.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zakiumami.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zakiumami.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zakiumami.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zakiumami.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zakiumami.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zakiumami.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zakiumami.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zakiumami.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zakiumami.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zakiumami.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zakiumami.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zakiumami.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zakiumami.wordpress.com/108/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zakiumami.wordpress.com&amp;blog=12068563&amp;post=108&amp;subd=zakiumami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zakiumami.wordpress.com/2010/04/18/the-nature-of-beliefs/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c828cae8c9d24e4413a22833b15f13ee?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zakiumami</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Garis Finish</title>
		<link>http://zakiumami.wordpress.com/2010/04/12/garis-finish/</link>
		<comments>http://zakiumami.wordpress.com/2010/04/12/garis-finish/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Apr 2010 13:24:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zakiumami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reflective]]></category>
		<category><![CDATA[cerita inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zakiumami.wordpress.com/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa tahun yang lalu, ketika berlangsung Olimpiade Khusus di Seattle, sembilan peserta, semuanya cacat fisik atau mental, berkumpul di garis start untuk lari 100 meter. Ketika pistol berbunyi, mereka semua mulai berlari, mereka terlihat gembira ketika berlari. Di tengah perlombaan, ada salah seorang peserta yang masih kecil terjatuh, namun dia bisa kembali berdiri dan berusaha [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zakiumami.wordpress.com&amp;blog=12068563&amp;post=106&amp;subd=zakiumami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa tahun yang lalu, ketika berlangsung Olimpiade Khusus di Seattle, sembilan peserta, semuanya cacat fisik atau mental, berkumpul di garis start untuk lari 100 meter.</p>
<p>Ketika pistol berbunyi, mereka semua mulai berlari, mereka terlihat gembira ketika berlari. Di tengah perlombaan, ada salah seorang peserta yang masih kecil terjatuh, namun dia bisa kembali berdiri dan berusaha untuk berlari lagi tetapi dia terjatuh lagi, dan dia mulai menangis. Ke delapan peserta lainnya mendengar tangisan anak itu. Serempak mereka melambat dan menoleh ke belakang. Kemudian mereka semua berbalik arah menuju ke arahnya. Semuanya, tanpa terkecuali.</p>
<p>Seorang gadis dengan sindrom “down” membungkuk dan menciumnya dan berkata: &#8220;Ini akan membuatnya lebih baik”. Kemudian kesembilan peserta itu saling mengaitkan lengan satu sama lain dan berjalan bersama menuju garis finish. Dan semuanya finish bersama-sama. Semuanya “juara pertama”.</p>
<p>Semua orang di stadion berdiri, dan bersorak selama beberapa menit. Mengapa???</p>
<p>Kita bisa bangga jika kita bisa menjadi juara pertama [sukses], tapi bukankah kita bisa mendapatkan kebahagiaan yang lebih jika kita bisa membawa orang lain sukses bersama kita?!</p>
<p>Sukses seorang diri itu “biasa” tetapi membawa orang lain sukses bersama kita itu barulah luar biasa!</p>
<br />Filed under: <a href='http://zakiumami.wordpress.com/category/reflective/'>Reflective</a> Tagged: <a href='http://zakiumami.wordpress.com/tag/cerita-inspiratif/'>cerita inspiratif</a>, <a href='http://zakiumami.wordpress.com/tag/motivasi/'>motivasi</a>, <a href='http://zakiumami.wordpress.com/tag/renungan/'>renungan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zakiumami.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zakiumami.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zakiumami.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zakiumami.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zakiumami.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zakiumami.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zakiumami.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zakiumami.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zakiumami.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zakiumami.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zakiumami.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zakiumami.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zakiumami.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zakiumami.wordpress.com/106/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zakiumami.wordpress.com&amp;blog=12068563&amp;post=106&amp;subd=zakiumami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zakiumami.wordpress.com/2010/04/12/garis-finish/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c828cae8c9d24e4413a22833b15f13ee?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zakiumami</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bebas Dari Penjara Pikiran Melalui Pintu Kesadaran</title>
		<link>http://zakiumami.wordpress.com/2010/04/06/bebas-dari-penjara-pikiran-melalui-pintu-kesadaran/</link>
		<comments>http://zakiumami.wordpress.com/2010/04/06/bebas-dari-penjara-pikiran-melalui-pintu-kesadaran/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Apr 2010 09:43:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zakiumami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[kesadaran]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zakiumami.wordpress.com/2010/04/06/bebas-dari-penjara-pikiran-melalui-pintu-kesadaran/</guid>
		<description><![CDATA[Manusia pada umumnya, tanpa mereka sadari, hanya menjalani kehidupan dalam koridor penjara pikiran yang sempit yang dibatasi oleh tembok-tembok tinggi persepsi.  Mereka jarang sekali, jika tidak mau dikatakan tidak pernah,  mampu menjelajah melampaui perangkap penjara pikiran yang dikondisikan oleh keterbatasan persepsi akibat ketidaktahuan akan ketidaktahuan. Dengan bahasa yang lebih sederhana manusia hidup dalam realita yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zakiumami.wordpress.com&amp;blog=12068563&amp;post=104&amp;subd=zakiumami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Manusia pada umumnya, tanpa mereka sadari, hanya menjalani kehidupan dalam koridor penjara pikiran yang sempit yang dibatasi oleh tembok-tembok tinggi persepsi.  Mereka jarang sekali, jika tidak mau dikatakan tidak pernah,  mampu menjelajah melampaui perangkap penjara pikiran yang dikondisikan oleh keterbatasan persepsi akibat ketidaktahuan akan ketidaktahuan.<span id="more-104"></span></p>
<p>Dengan bahasa yang lebih sederhana manusia hidup dalam realita yang ditentukan oleh seperangkat aturan (baca: program pikiran) yang ada dalam pikirannya. Kita tidak melihat segala sesuatu apa adanya. Kita melihat sesuatu apa kita-nya.</p>
<p>Sang Buddha pernah berkata, “Pikiran itu sungguh sukar diawasi. Ia amat halus dan senang mengembara sesuka hati. Karena itu hendaklah orang bijaksana selalu menjaganya. Pikiran yang dijaga dengan baik akan membawa kebahagian. Pikiran itu mudah goyah dan tidak tetap, sulit dijaga dan sulit dikuasai; namun orang bijaksana akan meluruskannya, bagaikan seorang pembuat panah meluruskan anak panah”</p>
<p>Benar, kita bisa mencapai kebahagiaan atau sukses di bidang apa saja dengan menggunakan pikiran secara benar. Namun bila kita tidak hati-hati seringkali kita dipedayai oleh pikiran kita.</p>
<p>Ambil contoh ”kebencian” dan ”kebahagiaan”. Jika dilihat sekilas maka kita tahu bahwa ”kebencian” adalah suatu emosi yang negatif sedangkan ”kebahagiaan” adalah emosi positif. Benarkah demikian?  Ternyata ”kebahagiaan” justru bisa menjadi sumber masalah. Pikiran yang terlalu melekat, atau selalu menginginkan, atau berusaha mempertahankan ”kebahagiaan” justru akan menimbulkan efek negatif. Dan bahkan keinginan untuk bahagia bisa mengobarkan api ”kebencian”. Untuk lebih jelas mengenai hal ini anda bisa membaca artikel saya yang berjudul ”Bahaya Kebencian Dan Kebahagiaan”.</p>
<p>Untuk bisa keluar dari perangkap pikiran maka kita perlu mengerti cara kerja pikiran. Dengan memahami cara kerja pikiran kita bisa mengerti permainan yang sedang pikiran mainkan di suatu saat. Sehingga kita, bukannya larut dalam permainan itu atau didikte dengan suatu aturan main yang pikiran tetapkan sendiri, dapat menetapkan rule of game yang menguntungkan diri kita.</p>
<p>Untuk itu mari kita amati proses belajar setiap manusia. Kita melewati empat tahap belajar yaitu:</p>
<p>1. Unconscious Incompetence<br />
2. Conscious Incompetence<br />
3. Conscious Competence<br />
4. Unconscious Competence</p>
<p>Pada tahap pertama, Unconscious Incompetence, kita tidak tahu kalau kita tidak tahu. Misalnya, sewaktu kita masih kecil, kita tidak tahu bahwa kita, saat itu, belum bisa jalan. Melalui interaksi dengan orang dewasa atau lingkungan kita, yang masih kecil, akhirnya tahu (Conscious Incompetence) bahwa kita belum bisa jalan. Mengapa? Karena kita melihat orang di sekeliling kita berjalan tegak.</p>
<p>Selanjutnya kita mulai belajar berjalan dan akhirnya bisa berjalan dengan sempurna (Conscious Competence). Sekarang, kita bahkan tidak sadar lagi bahwa kita bisa jalan dengan sempurna (Unconscious Competence).  Kemampuan berjalan, yang dulunya kita pelajari dengan begitu susah payah, mengalami jatuh bangun, bahkan ada yang sampai kepalanya benjol karena jatuh, kini telah menjadi kecakapan yang bekerja secara otomatis.</p>
<p>Nah, saat suatu skill telah masuk ke tahap Unconscious Competence maka sejak saat itu, bila tidak dilakukan intervensi secara sadar, skill ini akan bekerja dengan prinsip automatic pilot.<br />
Hal yang sama berlaku juga dengan kecakapan berpikir, yang note bene adalah keahlian pikiran itu sendiri.</p>
<p>Automatic pilot berfungsi untuk memudahkan hidup kita. Yang akan dijalankan oleh sistem automatic pilot adalah program/kebiasaan yang paling kuat. Baru-baru ini, saat sedang mengendarai mobil, saya larut dalam pemikiran yang cukup intens mengenai sesuatu. Saat itu pikiran (bawah sadar) saya secara otomatis mengambil alih kendali. Tanpa saya sadari, saat bertemu jalan yang bercabang dua, secara otomatis mobil saya belokkan ke kanan. Padahal rute yang seharusnya saya lewati adalah belok ke kiri. Jalan ke arah kanan adalah rute yang setiap hari saya lalui untuk ke kantor.</p>
<p>Nah, apa sih yang membuat kita terperangkap di dalam penjara pikiran?</p>
<p>Salah satu kebutuhan dasar manusia yang sangat menonjol adalah kebutuhan akan konsistensi. Saat pikiran telah memutuskan untuk menerima sesuatu sebagai ”kebenaran” maka ia akan konsisten dengan ”kebenaran” itu. ”Kebenaran” ini belum tentu sejalan dengan ”kebenaran” yang kita setujui kebenarannya. ”Kebenaran” menurut pikiran sejalan dengan pemikiran pikiran itu sendiri yang didukung dengan berbagai pengalaman yang pernah kita alami.</p>
<p>”Kebenaran” ini dikenal dengan istilah belief. Jadi, setelah pikiran mengadopsi suatu belief maka selanjutnya belief  ini yang mengendalikan pikiran. Tanpa intervensi yang dilakukan secara sadar maka hidup kita sepenuhnya dikendalikan oleh berbagai belief yang telah kita adopsi dan yakini kebenarannya.</p>
<p>Saat kita percaya/belief akan kebenaran sesuatu maka kita tidak akan lagi mempertanyakan keabsahan data atau landasan pijak berpikir yang digunakan sebagai dasar penerimaan suatu belief.  Belief kita selalu benar menurut kita. Yang benar menurut kita belum tentu benar menurut orang lain. Kita akan mati-matian mempertahankan belief kita karena kita yang memutuskan bahwa ”sesuatu” itu adalah hal yang benar. Masa kita meragukan kebenaran yang telah kita putuskan ”kebenarannya” ?</p>
<p>Lalu, bagaimana caranya untuk bisa keluar dari perangkap penjara pikiran? Sesuai dengan judul artikel ini maka jalan kebebasan adalah melalui pintu kesadaran.</p>
<p>Nah, anda mungkin akan bertanya, ”Mengapa harus melalui pintu kesadaran?”</p>
<p>Hanya melalui pintu kesadaran kita bisa menyadari bahwa kita bukanlah pikiran kita, kita bukanlah perasaan kita, kita bukanlah kebiasaan kita, dan yang lebih penting lagi adalah bahwa kita bukanlah belief  kita. Kesadaran membuat kita mampu untuk melakukan disosiasi atau pemisahan yang jelas.</p>
<p>Dengan kesadaran kita mampu melakukan metakognisi atau berpikir mengenai pikiran. Dengan berpikir dan mengamati pikiran maka kita akhirnya mengenal ”sosok” pikiran kita. Kita akan tahu pola atau kebiasaan yang pikiran lakukan. Dengan kesadaran kita dapat memahami bahwa pikiran, walaupun merupakan piranti yang sangat luar biasa, tetap hanyalah sebagian kecil dari kesadaran itu sendiri.</p>
<p>Lalu, bagaimana cara untuk bisa mengamati pikiran?</p>
<p>Oh, caranya mudah sekali. Yang perlu kita lakukan adalah belajar untuk menjadi hening. Kita perlu membiasakan diri ”berjalan” di keheningan. Hanya dengan hening kita baru mampu mengamati pikiran kita dengan jelas.</p>
<p>Pikiran ibarat segelas air yang keruh karena berisi kotoran atau partikel kecil (baca: buah pikir). Dalam kondisi keruh kita tidak akan bisa melihat melampaui gelas air itu. Kita tidak akan mampu melihat dan mengamati berbagai komponen yang membuat air (baca: pikiran) menjadi keruh.</p>
<p>Lalu, bagaimana caranya untuk bisa melihat partikel kecil yang mengotori air? Bagaimana cara untuk bisa melihat melampaui gelas yang keruh?</p>
<p>Sekali lagi, caranya sangat mudah. Letakkan gelas yang berisi air keruh dan biarkan selama beberapa saat. Jangan digerak atau diaduk-aduk. Biarkan saja.</p>
<p>Selang beberapa saat kotoran-kotoran itu akan mulai mengendap dengan sendirinya, tanpa harus kita upayakan. Setelah semuanya mengendap air di gelas menjadi sangat jernih. Kotoran itu akan turun ke dasar gelas dan menjadi sangat mudah diamati. Kita juga akan dapat melihat melampaui gelas. Mudah, kan?</p>
<p>Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana caranya menjadi hening?</p>
<p>Setiap hari, selama sekitar 30 menit sampai 60 menit, lakukan meditasi. Duduklah dengan tenang dan mulailah mengamati pikiran anda. Bagi pemula anda bisa melatih diri dengan melakukan meditasi 15 menit di pagi hari dan malam hari.</p>
<p>Pengamatan terhadap pikiran akan membawa kita pada pengenalan dan pemahaman mendalam yang kita namakan kebijaksanaan. Nah, kebijaksanaan inilah sebenarnya kunci pembuka pintu kebebasan kita.</p>
<p>Sumber:</p>
<p>www.adiwgunawan.com</p>
<br />Filed under: <a href='http://zakiumami.wordpress.com/category/psychology/'>Psychology</a> Tagged: <a href='http://zakiumami.wordpress.com/tag/kesadaran/'>kesadaran</a>, <a href='http://zakiumami.wordpress.com/tag/motivasi/'>motivasi</a>, <a href='http://zakiumami.wordpress.com/tag/psikologi/'>psikologi</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zakiumami.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zakiumami.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zakiumami.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zakiumami.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zakiumami.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zakiumami.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zakiumami.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zakiumami.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zakiumami.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zakiumami.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zakiumami.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zakiumami.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zakiumami.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zakiumami.wordpress.com/104/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zakiumami.wordpress.com&amp;blog=12068563&amp;post=104&amp;subd=zakiumami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zakiumami.wordpress.com/2010/04/06/bebas-dari-penjara-pikiran-melalui-pintu-kesadaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c828cae8c9d24e4413a22833b15f13ee?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zakiumami</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kelemahan atau Kekuatan?</title>
		<link>http://zakiumami.wordpress.com/2010/04/01/kelemahan-atau-kekuatan/</link>
		<comments>http://zakiumami.wordpress.com/2010/04/01/kelemahan-atau-kekuatan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Apr 2010 08:45:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zakiumami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reflective]]></category>
		<category><![CDATA[cerita inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zakiumami.wordpress.com/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[Terkadang kelemahan terbesar kita bisa menjadi kekuatan terbesar kita. Misalnya, kisah tentang seorang anak yang berusia 10 tahun yang memutuskan untuk belajar judo meskipun faktanya ia telah kehilangan lengan kirinya dalam sebuah kecelakaan mobil. Anak itu mulai belajar dengan seorang master judo Jepang. Anak itu belajar dengan baik, sehingga dia tidak bisa memahami, mengapa setelah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zakiumami.wordpress.com&amp;blog=12068563&amp;post=101&amp;subd=zakiumami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terkadang kelemahan terbesar kita bisa menjadi kekuatan terbesar kita. Misalnya, kisah tentang seorang anak yang berusia 10 tahun yang memutuskan untuk belajar judo meskipun faktanya ia telah kehilangan lengan kirinya dalam sebuah kecelakaan mobil.<br />
<span id="more-101"></span><br />
Anak itu mulai belajar dengan seorang master judo Jepang. Anak itu belajar dengan baik, sehingga dia tidak bisa memahami, mengapa setelah tiga bulan pelatihan gurunya hanya mengajarinya satu macam gerakan saja.</p>
<p>&#8220;Guru,&#8221; anak itu akhirnya berkata, &#8220;Bukankah seharusnya Aku belajar lebih banyak gerakan?&#8221;</p>
<p>&#8220;Hanya inilah gerakan yang kau tahu, tapi ini adalah gerakan yang akan selalu kau butuhkan nanti,&#8221; jawab sang guru.</p>
<p>Walaupun tidak mengerti maksud gurunya, tapi dia tetap percaya pada gurunya, anak itu terus berlatih.</p>
<p>Beberapa bulan kemudian, guru itu membawa anak itu ke turnamen pertamanya. Anak itu terkejut dan tidak percaya, jika dengan mudah dapat memenangkan dua pertandingan pertamanya. Pertandingan ketiga ternyata lebih sulit, tapi setelah beberapa waktu, lawannya menjadi tidak sabar dan frustrasi; anak itu dengan cekatan menggunakan satu-satunya jurus yang diketahuinya untuk memenangkan pertandingan. Masih kagum dengan keberhasilannya, anak itu sekarang masuk ke final.</p>
<p>Kali ini, lawannya lebih besar, lebih kuat, dan lebih berpengalaman. Untuk sementara waktu, anak itu tampaknya tidak sebanding dengan lawannya.. Khawatir anak itu akan terluka, wasit kemudian menghentikan sementara pertandingan tersebut. Wasit berkonsultasi dengan guru anak itu apakah pertandingan akan dilanjutkan atau tidak karena kewenangan melanjutkan atau tidak berada di tangan guru anak itu.</p>
<p>&#8220;Tidak,&#8221; jawab guru itu, &#8220;Biarkan ia melanjutkan.&#8221;</p>
<p>Segera setelah pertandingan dilanjutkan, lawannya membuat kesalahan yang fatal: dia kehilangan kewaspadaannya karena mulai menganggap remeh lawannya. Seketika itu juga, anak itu menggunakan kesempatan itu untuk mengunci dan membantingnya sehingga lawannya pun tak bisa bergerak lagi dan anak itu pun akhirnya memenangkan pertandingan. Dia pun menjadi juara.</p>
<p>Ketika perjalanan pulang, anak laki-laki dan gurunya itu mereview semua gerakan di setiap pertandingan. Kemudian anak itu mengumpulkan keberaniannya untuk menanyakan apa yang selama ini menjadi mengganjal pikirannya.</p>
<p>&#8220;Guru, bagaimana mungkin saya bisa memenangkan turnamen dengan hanya satu gerakan?&#8221;</p>
<p>&#8220;Kau menang karena dua alasan,&#8221; jawab gurunya. &#8220;Pertama, kau hampir menguasai salah satu teknik melempar yang paling sulit di judo. Dan kedua, pertahanan utama yang digunakan untuk melawan teknik melempar itu hanyalah dengan menangkap tangan kirimu. Dan kau tidak memiliki tangan kiri”.</p>
<p>Ternyata kelemahan terbesar anak itu telah menjadi kekuatan terbesarnya.</p>
<p>Jadi kelemahan dan kekuatan, kesempurnaan dan ketidaksempurnaan itu relatif. Tergantung dari mana kita melihatnya.</p>
<p>Sumber:</p>
<p>http://www.bestinspiration.com</p>
<br />Filed under: <a href='http://zakiumami.wordpress.com/category/reflective/'>Reflective</a> Tagged: <a href='http://zakiumami.wordpress.com/tag/cerita-inspiratif/'>cerita inspiratif</a>, <a href='http://zakiumami.wordpress.com/tag/motivasi/'>motivasi</a>, <a href='http://zakiumami.wordpress.com/tag/renungan/'>renungan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zakiumami.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zakiumami.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zakiumami.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zakiumami.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zakiumami.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zakiumami.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zakiumami.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zakiumami.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zakiumami.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zakiumami.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zakiumami.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zakiumami.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zakiumami.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zakiumami.wordpress.com/101/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zakiumami.wordpress.com&amp;blog=12068563&amp;post=101&amp;subd=zakiumami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zakiumami.wordpress.com/2010/04/01/kelemahan-atau-kekuatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c828cae8c9d24e4413a22833b15f13ee?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zakiumami</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kumpulan Fakta (1)</title>
		<link>http://zakiumami.wordpress.com/2010/03/27/kumpulan-fakta-1/</link>
		<comments>http://zakiumami.wordpress.com/2010/03/27/kumpulan-fakta-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Mar 2010 13:42:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zakiumami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fact]]></category>
		<category><![CDATA[fakta]]></category>
		<category><![CDATA[kumpulan fakta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zakiumami.wordpress.com/?p=99</guid>
		<description><![CDATA[Di Tokyo, sepeda lebih cepat daripada mobil untuk kebanyakan perjalanan yang kurang dari 50 menit! Takut jika terjadi kecelakaan, Pangeran Charles dan Pangeran William tidak pernah bepergian dengan pesawat yang sama sebagai pencegahan! Tubuh Anda membuat dan membunuh 15 juta sel darah merah per detik! Monalisa tidak mempunyai alis. Ini adalah model pada era Renaissance [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zakiumami.wordpress.com&amp;blog=12068563&amp;post=99&amp;subd=zakiumami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di Tokyo, sepeda lebih cepat daripada mobil untuk kebanyakan perjalanan yang kurang dari 50 menit!<br />
<span id="more-99"></span><br />
Takut jika terjadi kecelakaan, Pangeran Charles dan Pangeran William tidak pernah bepergian dengan pesawat yang sama sebagai pencegahan!</p>
<p>Tubuh Anda membuat dan membunuh 15 juta sel darah merah per detik!</p>
<p>Monalisa tidak mempunyai alis. Ini adalah model pada era Renaissance</p>
<p>Burung Kea yang hidup di Selandia Baru suka memakan irisan karet yang ada sekitar jendela mobil!</p>
<p>Kebanyakan lipstik mengandung sisik ikan!</p>
<p>Satu tanaman rumput-rumputan dapat melepaskan sebanyak satu milyar butir tepung sari!</p>
<p>Produk pertama yang memiliki kode bar adalah karet Wrigleys.</p>
<p>Kursi listrik ditemukan oleh seorang dokter gigi!</p>
<p>Kincir angin selalu berputar berlawanan arah jarum jam. Kecuali kincir angin di Irlandia!</p>
<p>Jantung landak berdetak rata-rata 300 kali per menit !</p>
<p>Lebih dari 2500 orang kidal per tahun tewas karena menggunakan produk yang dibuat untuk orang yang tidak kidal.</p>
<p>Ada lebih dari 10 juta batu bata di Empire State Building!</p>
<p>Taphephobia adalah rasa takut dikubur hidup-hidup!</p>
<p>Gigi buaya selalu tumbuh untuk menggantikan gigi yang lama!</p>
<p>Matahari 330.330 kali lebih besar daripada bumi!</p>
<p>Clinophobia adalah takut pada tempat tidur!</p>
<p>Sekejap mata adalah sebuah unit waktu aktual untuk 1/100 detik!</p>
<p>Landak mengapung di air!</p>
<p>Pinokio adalah bahasa Italia untuk &#8220;mata pinus&#8221;!</p>
<p>Kalimat &#8220;The quick brown fox jumps over a lazy dog.&#8221; menggunakan setiap huruf dalam alfabet!</p>
<p>Rekor terbang terlama seekor ayam yang pernah tercatat adalah 13 detik!</p>
<p>Medali Nobel Perdamaian menggambarkan tiga laki-laki telanjang yang saling berangkulan.</p>
<p>Ketika kaca pecah, retakannya bergerak lebih cepat dari 3.000 mil per jam. Untuk memotretnya, dibutuhkan sebuah kamera yang mampu menangkap gambar sepersejuta detik!</p>
<p>Sebuah pesawat Boeing 747 menyimpan 57.285 galon bahan bakar!</p>
<p>Sebuah petir menghasilkan suhu lima kali lebih panas daripada yang ditemukan di permukaan matahari!</p>
<p>Sebuah biola berisi sekitar 70 potong kayu yang terpisah!</p>
<p>Hampir setengah surat kabar di dunia diterbitkan di Amerika Serikat dan Kanada!<br />
Nama yang paling populer di dunia adalah Muhammad!</p>
<p>Taplak meja pada awalnya dimaksudkan untuk digunakan sebagai lap pada saat makan malam sehingga tamu bisa mengelap tangan dan wajah mereka setelah makan!</p>
<p>Wisatawan yang berkunjung Islandia harus tahu bahwa memberi tip di restoran dianggap sebagai sebuah penghinaan!</p>
<p>Nama empat keponakan Popeye adalah Pipeye, Peepeye, Pupeye, dan Poopeye!</p>
<p>Unta mempunyai tiga kelopak mata untuk melindungi diri dari tertiup pasir!</p>
<p>Gigi manusia hampir sekeras batu karang!</p>
<p>Orang-orang Mesir kuno tidur di atas bantal yang terbuat dari batu!</p>
<p>Hingga tahun 1796, ada sebuah negara bagian di Amerika Serikat disebut Franklin. Sekarang dikenal sebagai Tennessee!</p>
<p>Bumi beratnya sekitar 6.600.000.000.000.000.000.000 ton</p>
<p>Kecoa dapat hidup beberapa minggu dengan kepala terpenggal &#8211; dan dia mati karena kelaparan!</p>
<p>Setiap kali anda menjilat perangko, Anda mengonsumsi 1 / 10 kalori!</p>
<p>Rata-rata orang memiliki lebih dari 1.460 mimpi setahun!</p>
<p>Satu dari setiap 4 orang Amerika pernah muncul di televisi!</p>
<p>Seseorang dianggap melanggar hukum jika bersendawa atau bersin di gereja tertentu di Omaha, Nebraska!</p>
<p>Anda lahir dengan 300 tulang, tapi ketika Anda menjadi dewasa, Anda hanya memiliki 206!</p>
<p>Tulang paha manusia lebih kuat daripada beton!</p>
<p>Lebih dari 10.000 burung setiap tahun mati karena menabrak jendela!</p>
<p>Negara bagian Florida lebih besar daripada Inggris!</p>
<p>Ada lebih dari satu juta spesies hewan di Bumi!</p>
<p>Jantung Anda berdetak lebih dari 100.000 kali dalam sehari!</p>
<p>Thomas Edison, penemu bola lampu, takut gelap!</p>
<p>Sumber:</p>
<p>http://www.strangefacts.com</p>
<br />Filed under: <a href='http://zakiumami.wordpress.com/category/fact/'>Fact</a> Tagged: <a href='http://zakiumami.wordpress.com/tag/fakta/'>fakta</a>, <a href='http://zakiumami.wordpress.com/tag/kumpulan-fakta/'>kumpulan fakta</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zakiumami.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zakiumami.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zakiumami.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zakiumami.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zakiumami.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zakiumami.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zakiumami.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zakiumami.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zakiumami.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zakiumami.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zakiumami.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zakiumami.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zakiumami.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zakiumami.wordpress.com/99/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zakiumami.wordpress.com&amp;blog=12068563&amp;post=99&amp;subd=zakiumami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zakiumami.wordpress.com/2010/03/27/kumpulan-fakta-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c828cae8c9d24e4413a22833b15f13ee?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zakiumami</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bertanya Pada Keheningan</title>
		<link>http://zakiumami.wordpress.com/2010/03/25/bertanya-pada-keheningan/</link>
		<comments>http://zakiumami.wordpress.com/2010/03/25/bertanya-pada-keheningan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Mar 2010 08:42:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zakiumami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[keheningan]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zakiumami.wordpress.com/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[Judul artikel ini terkesan “aneh”, bukan? Mengapa bertanya pada keheningan dan bukan kepada seseorang? Apakah keheningan bisa memberikan jawaban? Kalau bisa dari mana jawaban itu muncul? Keheningan yang dimaksudkan di sini bukan keheningan malam saat kita semua pulas dalam tidur atau keheningan di puncak gunung saat kita hanya seorang diri menatap langit malam penuh bintang. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zakiumami.wordpress.com&amp;blog=12068563&amp;post=97&amp;subd=zakiumami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul artikel ini terkesan “aneh”, bukan? Mengapa bertanya pada keheningan dan bukan kepada seseorang? Apakah keheningan bisa memberikan jawaban? Kalau bisa dari mana jawaban itu muncul?</p>
<p><span id="more-97"></span></p>
<p>Keheningan yang dimaksudkan di sini bukan keheningan malam saat kita semua pulas dalam tidur atau keheningan di puncak gunung saat kita hanya seorang diri menatap langit malam penuh bintang. Keheningan ini juga bukan saat berhentinya aktivitas kehidupan. Keheningan yang dimaksudkan adalah keheningan atau ketenangan pikiran yang penuh hingar-bingar.</p>
<p>Untuk lebih memahami apa yang ditulis di atas maka kita perlu mengetahui dulu sekilas mengenai kesadaran (consciousness). Untuk bisa memahami kesadaran maka ada dua hal yang perlu kita ketahui. Pertama adalah kondisi kesadaran (state of consciousness) dan muatan kesadaran (content of consciousness).</p>
<p>Kondisi kesadaran ditentukan oleh pola gelombang otak seseorang pada satu waktu tertentu. Kondisi ini dinamis dan bisa berubah setiap saat. Sedangkan muatan kesadaran adalah isi atau buah pikir (thought) yang muncul bersamaan  atau pada suatu keadaan kesadaran tertentu.</p>
<p>Dengan bantuan teknologi EEG yang telah dimodifikasi untuk kebutuhan khusus maka kini kita bisa melihat secara real time kondisi kesadaran seseorang dengan mengamati komposisi gelombang otak yang terdiri dari gelombang beta, alfa, theta, dan delta.</p>
<p>Beta adalah gelombang otak yang paling banyak ditemukan saat seseorang dalam kondisi sadar. Beta juga dikenal dengan gelombang pikiran sadar. Beta dihasilkan oleh aktifitas berpikir. Kisaran frekuensinya antara 12 – 15 Hz. Ada lagi yang disebut dengan High Beta yang lebih tinggi frekuensinya. Beta yang sangat tinggi berhubungan dengan kecemasan atau perasaan panik. Orang yang menjalani hidup dominan dengan gelombang beta, khususnya beta yang tinggi, akan dipenuhi dengan perasaan cemas, takut, dan tidak mampu memfokuskan pikirannya.</p>
<p>Alfa adalah gelombang otak saat kita rileks, melamun, atau berfantasi. Frekuensi alfa berkisar antara 8 – 12 Hz dan berfungsi sebagai jembatan penghubung antara pikiran sadar dan pikiran bawah sadar/nirsadar. Alfa sangat penting karena membuat kita mampu menyadari apa yang sedang terjadi dengan diri kita saat dalam kondisi meditasi yang sangat dalam ataupun saat kita bermimpi.</p>
<p>Theta adalah gelombang otak yang dihasilkan oleh pikiran bawah sadar. Theta muncul saat kita bermimpi dan pada fase REM (rapid eye movement). Pikiran bawah sadar mempunyai banyak fungsi, antara lain sebagai tempat menyimpan memori, emosi, persepsi, kepribadian, intuisi, dan masih banyak lagi. Muatan pikiran bawah sadar ini hanya bisa diakses bila kita mempunyai kombinasi dan porsi yang tepat dari frekuensi lainnya. Jadi, jika hanya theta saja yang aktif dan tidak ada alfa atau beta maka informasi dari pikiran bawah sadar tidak bisa diakses dan dimengerti.</p>
<p>Theta juga merupakan frekuensi yang menentukan level kedalaman meditasi atau khusyuk seseorang. Melalui gelombang theta kita menciptakan dan mengalami hubungan spiritual yang paling kuat, paling dalam, dan berkesan.</p>
<p>Delta adalah gelombang yang paling lambat dan rendah frekuensinya dan merupakan pikiran nirsadar (unconscious). Pada orang tertentu gelombang delta mereka sangat aktif walaupun mereka dalam kondisi bangun/sadar dan bertindak sebagai radar yang selalu melakukan scanning. Kemampuan ini yang mendasari intuisi, empati, dan insting kita. Melalui delta kita bisa mengetahui kesejatian diri.</p>
<p>Delta banyak dijumpai pada orang yang bekerja di bidang yang berhubungan dengan terapi, misalnya psikiater, psikolog, dokter, atau siapa saja yang biasa memberikan bantuan pada orang lain dalam hal yang berhubungan dengan masalah mental, psikologi, atau emosi. Satu hal yang sangat menarik dari delta yaitu gelombang ini merupakan gerbang untuk mengakses collective unconscious (nirsadar kolektif).</p>
<p>Singkat kata begini. Beta memberikan kerangka konspetual dan gambaran melalui kata-kata yang menentukan secara tepat pemahaman suatu situasi melalui proses berpikir. Alfa memberikan input sensori dan memberikan gambar pada muatan yang berasal dari pikiran bawah sadar dan atau nirsadar. Theta adalah gelombang pikiran bawah sadar, menyediakan informasi “orang dalam” atau kebijaksanaan. Informasi yang berasal dari theta dialami seperti gambar yang kabur, gelap, kelam, dan buram. Pada saat alfa dan theta aktif bersamaan maka informasi ini akan dimengerti secara mendalam dan dengan gambar yang jelas. Delta memberikan input yang bersifat instingtif dan intuitif yang dipercaya berasal dari Kecerdasan Universal atau Kecerdasan Koletif.</p>
<p>Lalu apa hubungan penjelasan yang panjang lebar mengenai gelombang otak dan judul artikel ini?</p>
<p>Begini ya, banyak orang berusaha mendapatkan jawaban dari masalah mereka dengan mencari di luar diri mereka. Sebenarnya tanpa mereka sadari atau ketahui jauh di dalam pikiran mereka ada “kesadaran” yang mampu memberikan jawaban yang mereka cari.</p>
<p>Untuk bisa mengakses “kesadaran” ini maka kita perlu mengerti pola gelombang otak. Umumnya orang mencari jawaban dengan berpikir keras. Ini kurang baik atau kurang tepat karena hanya akan mengaktifkan pikiran sadar atau gelombang beta.</p>
<p>Yang perlu kita lakukan adalah dengan memikirkan masalah kita dan selanjutnya membiarkan pertanyaan yang berhubungan dengan masalah kita turun dan masuk ke pikiran bawah sadar atau nirsadar.</p>
<p>Untuk bisa melakukan ini maka kita perlu menenangkan atau mendiamkan pikiran sadar kita. Saat kita masuk ke kondisi hening yang pasrah maka pada saat itu jawaban yang kita cari akan muncul dari pikiran bawah sadar/nirsadar dan naik ke pikiran sadar. Dan tiba-tiba kita akan berkata, “Aha…saya tahu jawabannya”. Inilah proses yang terjadi atau dialami seseorang yang mendapat jawaban saat berdoa atau sholat tahajud.</p>
<p>Proses jawabannya seperti ini. Pertama, pikiran nirsadar akan memberikan intuisi atau pemahaman yang bersifat nirsadar. Kita tahu bahwa ada jawaban untuk masalah kita. Tapi kita tidak tahu apa jawabannya.</p>
<p>Selanjutnya dari pikiran nirsadar (delta) informasi naik ke pikiran bawah sadar (theta) yang memberikan kita kesadaran atau pemahaman yang mendalam.</p>
<p>Dari pikiran bawah sadar (theta) informasi ini naik ke jembatan atau gerbang pikiran bawah sadar yaitu alfa. Di sini informasi ini dibungkus dengan gambar atau sensasi tertentu sehingga dapat dialami atau dirasakan.</p>
<p>Dari alfa informasi yang telah mengambil bentuk tertentu naik ke pikiran sadar atau beta. Beta menambahkan pemahaman, penjelasan, interpretasi, dan kata-kata. Dan kita akhirnya tahu apa jawaban yang kita dapatkan. Kita bisa mengolah dan mengingat jawaban ini dengan pikiran sadar kita.</p>
<p>Anda jelas sekarang? Kita mengatur pola gelombang otak untuk bisa masuk ke kondisi kesadaran (state of consciousness) dengan tujuan mengakses muatan kesadaran (content of consciousness) tertentu.</p>
<p>Untuk bisa melakukan proses ini dengan mudah maka seseorang perlu bisa menghasilkan empat jenis gelombang otak, beta-alfa-theta-delta, secara bersamaan dengan komposisi yang tepat.</p>
<p>Lalu bagaimana caranya?</p>
<p>Ada teknik khusus yang bisa kita lakukan untuk melatih diri. Pertama kita bisa mengurangi atau menambah gelombang beta. Selanjutnya bila alfa kita kurang banyak maka kita bisa melatih untuk menghasilkan alfa yang lebih banyak. Demikian juga dengan theta dan delta. Jadi kita bisa melatih satu gelombang pada satu waktu tertentu. Dan setelah itu menggabungkannya sesuai kebutuhan.</p>
<p>Pola di mana keempat gelombang otak hadir bersamaan dan dalam komposisi yang tepat disebut dengan The Awakened Mind atau Pikiran Yang Terbangun. Pola ini sebenarnya adalah pola gelombang otak saat seseorang dalam kondisi meditasi atau khusyuk namun ada beta untuk memproses informasi yang mereka dapatkan dari pikiran bawah sadar dan nirsadar mereka. Dengan kata lain informasi dari “luar” bisa lancar masuk ke “dalam” dan demikian sebaliknya.</p>
<p>Jadi, sesungguhnya bila kita mengerti cara bertanya kepada keheningan maka kita bisa mendapatkan jawaban yang luar biasa. Bayangkan, kita bisa mendapat jawaban baik dari pikiran bawah sadar (conscious mind) maupun dari pikiran nirsadar (unconscious mind) yang mampu mengakses data dari collective unconscious.</p>
<p>Inilah yang dimaksudkan oleh seorang bijak di jaman dahulu saat ia berkata, “You do nothing you achieve everything”</p>
<p>Sumber:</p>
<p>www.adiwgunawan.com</p>
<br />Filed under: <a href='http://zakiumami.wordpress.com/category/psychology/'>Psychology</a> Tagged: <a href='http://zakiumami.wordpress.com/tag/keheningan/'>keheningan</a>, <a href='http://zakiumami.wordpress.com/tag/motivasi/'>motivasi</a>, <a href='http://zakiumami.wordpress.com/tag/psikologi/'>psikologi</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zakiumami.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zakiumami.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zakiumami.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zakiumami.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zakiumami.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zakiumami.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zakiumami.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zakiumami.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zakiumami.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zakiumami.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zakiumami.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zakiumami.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zakiumami.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zakiumami.wordpress.com/97/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zakiumami.wordpress.com&amp;blog=12068563&amp;post=97&amp;subd=zakiumami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zakiumami.wordpress.com/2010/03/25/bertanya-pada-keheningan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c828cae8c9d24e4413a22833b15f13ee?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zakiumami</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kuburan: Tempat Terkaya di Dunia</title>
		<link>http://zakiumami.wordpress.com/2010/03/23/kuburan-tempat-terkaya-di-dunia/</link>
		<comments>http://zakiumami.wordpress.com/2010/03/23/kuburan-tempat-terkaya-di-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Mar 2010 11:34:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zakiumami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[tempat terkaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zakiumami.wordpress.com/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[Saat membaca kata &#8220;kuburan&#8221; apa yang muncul dalam pikiran anda? Apakah anda akan langsung teringat orang-orang yang anda kasihi yang telah lebih dulu meninggalkan dunia ini? Atau anda teringat film tentang Drakula, Vampire, Kuntilanak, Forever Night, Simanis Jembatan Ancol, Pemburu Hantu, Dunia Lain, Suara Kubur, atau gambaran lain yang lebih menyeramkan? Atau mungkin yang muncul [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zakiumami.wordpress.com&amp;blog=12068563&amp;post=95&amp;subd=zakiumami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat membaca kata &#8220;kuburan&#8221; apa yang muncul dalam pikiran anda? Apakah anda akan langsung teringat orang-orang yang anda kasihi yang telah lebih dulu meninggalkan dunia ini? Atau anda teringat film tentang Drakula, Vampire, Kuntilanak, Forever Night, Simanis Jembatan Ancol, Pemburu Hantu, Dunia Lain, Suara Kubur, atau gambaran lain yang lebih menyeramkan? Atau mungkin yang muncul dalam pikiran anda adalah gundukan tanah dengan batu nisan di ujungnya?<span id="more-95"></span></p>
<p>Kuburan adalah suatu tempat yang paling kaya di dunia ini. Kenapa ? Benar, bukankah kita melihat gundukan tanah dan batu nisan yang bertuliskan nama, tanggal lahir ? tanggal meninggal. Namun yang lebih diperhatikan adalah garis kecil/batas yang memisahkan tanggal lahir dan tanggal meninggal. Mengapa? Karena garis kecil inilah yang sebenarnya jauh lebih penting dari pada tanggal lahir atau tanggal meninggal seseorang. Garis kecil ini menggambarkan kehidupan yang telah dilalui seorang manusia, apa yang telah ia lakukan dalam hidupnya, apa yang ia lakukan dengan hidupnya, prestasi apa saja yang telah ia capai baik untuk dirinya sendiri, untuk keluarganya, untuk masyarakat, dan untuk umat manusia.</p>
<p>Garis kecil ini merupakan jawaban dari suatu pepatah bijak “God’s gift to you is your life. What you do with your life is your gift back to God?”</p>
<p>Mengapa dikatakan bahwa kuburan adalah tempat terkaya di dunia ? Karena ada begitu banyak orang yang sebenarnya tidak hidup selama mereka hidup, hanya sekedar ‘ada’ atau ‘exist’, hingga mereka meninggal.</p>
<p>Kalau mereka tidak hidup lalu apakah mereka telah meninggal ? Bukan. Kebanyakan orang hanya sekedar ‘hidup-hidupan’. Mengutip yang dikatakan Benjamin Franklin, “Most men die from the neck up at age 25 because they stop dreaming”.</p>
<p>Seorang guru spiritual pernah berkata, “Dalam hidup ada kehidupan. Kita harus menghidupkan kehidupan ini agar kita benar-benar hidup di dalam hidup kita, tidak sekedar hidup-hidupan. Setelah kita benar-benar hidup, mengerti hidup, mengapa kita hidup, dan untuk apa kita hidup, baru kita dapat membantu orang lain untuk menghidupkan kehidupan mereka sehingga mereka benar-benar hidup di dalam kehidupan mereka”.</p>
<p>Kuburan adalah tempat terkaya di dunia karena ada begitu banyak orang yang meninggal dengan membawa impian-impian besar mereka yang belum terwujud, ke dalam kubur. Mereka menyimpan semua harapan dan impian mereka tanpa mampu, sempat, atau berani mewujudkan impian mereka. Ada banyak faktor yang menyebabkan orang tidak hidup sesuai dengan potensi mereka. Ada banyak pencuri impian yang berkeliaran di sekitar kita, yang senantiasa siap mencuri impian-impian kita.</p>
<p>Banyak kita temui seseorang yang melakukan pekerjaan yang berbeda atau tidak sejalan dengan disiplin ilmu yang mereka pelajari saat masih kuliah. Ada sarjana arsitek atau teknik sipil yang jadi debt collector. Ada lulusan luar negeri yang buka depot atau catering. Ada sarjana teknik kimia yang jadi guru Play Group / TK. Ada sarjana teknik mesin yang jadi sales mobil atau agen asuransi dan masih banyak contoh lain.</p>
<p>Mungkin ada orang yang berkata, “Coba dulu saya melakukan&#8230;&#8230;&#8230; pasti keadaan hidup saya berbeda”, “Saya menyesal setelah kini sadar ternyata impian saya yang sesungguhnya adalah&#8230;&#8230;&#8230;”. Apakah anda pernah bertemu dengan orang-orang seperti ini?</p>
<p>Ada juga orang yang dulunya begitu bersemangat mengenai masa depan mereka, impian-impian mereka, dan hidup mereka, ternyata setelah sekian tahun kemudian, tidak lagi terlihat gairah hidup yang dulu pernah ada di dalam diri mereka. Saat ditanya mengenai hal ini jawaban mereka biasanya, “Yah&#8230;. kita harus realistis. Ekonomi sekarang lagi sulit. Dapat kerja atau bisa cari makan saja sudah syukur. Nggak usah macam-macam lah”.</p>
<p>Kita mungkin salah satu dari orang-orang tersebut di atas. Orang yang pernah salah jurusan, mempunyai impian yang hampir padam. Jika ya, kita harus segera sadar dan segera menyusun ulang program hidup kita. Sehingga “program” kita yang telah tersesat bisa “disesatkan” kembali ke jalan yang benar.</p>
<p>Lalu bagaimana caranya untuk bisa mengetahui impian kita yang sesungguhnya ? Butuh waktu untuk melakukan perenungan mendalam. Impian hidup hanya bisa ditemukan melalui serangkaian proses perjalanan pencarian ke dalam diri (inner journey). Impian ini hanya bisa didapatkan bila kita sungguh-sungguh bangun, sadar, dan mencarinya secara sadar. Impian setiap orang berbeda. Namun bila impian itu berasal dari lubuk hati terdalam, maka esensi setiap impian hidup pasti akan sama dan sangat mulia. Karena impian bersifat sangat pribadi maka tidak akan membahasnya dalam artikel ini. Yang akan dibahas adalah potensi diri atau bidang keunggulan kita.</p>
<p>Setelah menemukan impian hidup barulah kita menentukan strategi untuk mencapainya. Untuk itu, kita perlu mengenal potensi diri. Yang dimaksud dengan potensi diri adalah kekuatan atau bidang keunggulan kita. Untuk menemukan bidang keunggulan atau potensi diri yang sesungguhnya maka kita perlu, untuk sementara waktu, melupakan semua pendidikan formal yang pernah kita jalani. Lakukan analisa diri dengan cermat dan jujur.</p>
<p>Bidang pekerjaan yang kita lakukan saat ini belum tentu sejalan dengan potensi diri yang menjadi keunggulan kita. Lalu bagaimana caranya untuk mengetahui bidang keunggulan kita ? Paulus Winarto, memberikan resepnya dengan sangat gamblang, seperti yang dikutip di bawah ini:</p>
<ol>
<li>Kita      menyukai pekerjaan/aktivitas tersebut</li>
<li>Kita      mau melakukan pekerjaan/aktivitas tersebut meski tidak dibayar</li>
<li>Kita      merasakan mudah melakukannya sedangkan orang lain merasa sulit</li>
<li>Semakin      sering kita melakukannya maka semakin baik kita dalam bidang ini</li>
<li>Kita      sering dipuji orang karena melakukannya (pekerjaan ini mampu kita lakukan      dengan baik)</li>
<li>Kita      selalu bersemangat saat membicarakan pekerjaan/aktivitas tersebut</li>
<li>Kita      selalu bersemangat dan memiliki energi yang besar saat melakukan      pekerjaan/aktivitas tersebut</li>
<li>Kita      sering lupa waktu saat melakukan pekerjaan/aktivitas tersebut</li>
<li>Kita      merasa puas ketika melakukan pekerjaan/aktivitas tersebut</li>
<li>Kita      merasa bangga saat melakukan pekerjaan/aktivitas tersebut</li>
<li>Kita      mudah mempengaruhi orang dalam bidang pekerjaan/aktivitas tersebut</li>
</ol>
<p>Ada seorang seseorang yang memiliki latar belakang pendidikan akuntansi namun bekerja di bagian purcashing/pembelian. Saat ditanya apa pelajaran favoritnya saat di SMA ia menjawab, “Saya sangat suka bahasa Inggris. Saya selalu mendapat nilai sangat tinggi dalam bidang studi ini”. Saat ditanya mengapa ia memilih jurusan akuntansi, ia menjawab, “Saya ambil jurusan akuntansi karena dulu saya pikir jurusan ini menjanjikan masa depan yang baik. Hasil tes minat dan bakat saya sebenarnya lebih condong ke aspek bahasa”</p>
<p>Kisah lainnya adalah tentang seseorang yang telah menggeluti dunia desain pakaian selama lebih dari 15 tahun. Ia selalu berkata bahwa passion-nya adalah di dunia mode. Benarkah demikian? Ternyata kalau dicek dengan 11 kriteria di atas maka dunia mode bukanlah bidang keunggulannya. Mengapa? Karena selama lebih dari 15 tahun dia tidak berkembang. Semakin banyak job yang ia dapatkan maka semakin stress dirinya. Bahkan sampai jatuh sakit.</p>
<p>Lalu, siapakah orang yang “menyesatkan” kita sehingga kita melakukan pekerjaan yang bukan bidang keunggulan kita? Bisa lingkungan, bisa orangtua, bisa pihak sekolah, bisa siapa saja. Mereka adalah orang yang sebenarnya bertujuan baik namun masih menggunakan paradigma lama. Hal ini akan membuat seorang anak tumbuh dewasa tanpa mampu atau sempat mengembangkan potensi mereka yang sesungguhnya.</p>
<p>Sering kali bidang keunggulan seseorang “dibelokkan” oleh orangtua, teman, guru, atau orang yang dipandang mempunyai otoritas sehingga seorang anak, yang nantinya akan menjadi pribadi dewasa, akhirnya yakin dan mengembangkan diri tidak sejalan dengan potensinya yang sesungguhnya.</p>
<p>Ada sebuah cerita lagi yang pernah disampaikan Ariesandi Setyono, beberapa tahun yang lalu, pernah membantu seorang anak SMU, sebut saja Agus, untuk menemukan bidang keunggulannya. Agus berasal dari keluarga kurang mampu. Ayahnya terkena stroke dan ibunya kerja serabutan untuk menghidupi keluarganya. Agus adalah anak laki paling besar yang diharapkan menjadi tulang punggung keluarganya.</p>
<p>Saat Aries bertanya, “Apa hobi atau kegiatan yang sangat suka kamu lakukan?” Saya sangat suka merangkai bunga?, jawab Agus cepat. “Ok, kalau begitu, karena orangtuamu tidak akan mampu membiayai kamu kuliah, maka sebaiknya kamu belajar di Florist dan mendalami hobimu untuk dijadikan sumber uang”, jelas Aries.</p>
<p>Agus benar-benar menjalankan apa yang Aries sarankan. Agus tidak kuliah dan begitu tamat SMU, dengan meminjam uang dari ibunya, langsung belajar merangkai bunga di sebuah Florist terkenal di Surabaya. Hasilnya? Tahun lalu, saat Agus masih berusia 23 tahun, ia telah berhasil membeli satu unit ruko di lokasi yang strategis seharga Rp. 650 juta tunai. Ia juga mampu membeli mobil baru, seharga lebih dari Rp. 100 juta, secara tunai. Yang paling penting adalah ia mampu menjadi tulang punggung keluarganya dalam hal finansial.</p>
<p>Anda pasti bertanya bagaimana si Agus ini kok bisa begitu berhasil? Ternyata dari hobinya merangkai bunga Agus kemudian “melarikan” kecakapannya ini ke bidang wedding decoration. Hebatnya lagi Agus membidik segmen pasar kelas atas yaitu hanya menerima dekor pengantin di hotel bintang lima. Apa yang Agus lakukan pasti akan sangat maksimal karena usahanya dilakukan sejalan dengan bidang keunggulannya. Kabar terakhir yang kami dengar tentang Agus yaitu jadwalnya untuk setahun sudah penuh. Ck..ck&#8230;ck&#8230; luar biasa anak muda ini.</p>
<p>Bagaimana dengan anda, para pembaca yang budiman? Apakah anda sudah mengembangkan potensi anda yang sesungguhnya? Apakah anda selama ini hanya menjalani rutinitas pekerjaan yang bukan di bidang keunggulan anda?</p>
<p>Sumber:</p>
<p>www.adiwgunawan.com</p>
<br />Filed under: <a href='http://zakiumami.wordpress.com/category/psychology/'>Psychology</a> Tagged: <a href='http://zakiumami.wordpress.com/tag/motivasi/'>motivasi</a>, <a href='http://zakiumami.wordpress.com/tag/tempat-terkaya/'>tempat terkaya</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zakiumami.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zakiumami.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zakiumami.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zakiumami.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zakiumami.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zakiumami.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zakiumami.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zakiumami.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zakiumami.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zakiumami.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zakiumami.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zakiumami.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zakiumami.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zakiumami.wordpress.com/95/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zakiumami.wordpress.com&amp;blog=12068563&amp;post=95&amp;subd=zakiumami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zakiumami.wordpress.com/2010/03/23/kuburan-tempat-terkaya-di-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c828cae8c9d24e4413a22833b15f13ee?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zakiumami</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membebaskan diri dari “Penjara Mental”</title>
		<link>http://zakiumami.wordpress.com/2010/03/20/membebaskan-diri-dari-%e2%80%9cpenjara-mental%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://zakiumami.wordpress.com/2010/03/20/membebaskan-diri-dari-%e2%80%9cpenjara-mental%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Mar 2010 12:53:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zakiumami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[penjara mental]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zakiumami.wordpress.com/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[Jika kita ditanya, &#8220;Mengapa orang sukses?&#8221; atau &#8220;Mengapa orang gagal?&#8221;, maka kita akan selalu mendapatkan jawaban yang beragam. Terlepas dari jenjang pendidikan, kadang jawaban kita justru bersifat menghambat diri kita sendiri untuk bisa mencapai keberhasilan hidup. Jawaban-jawaban itu mencerminkan sistem kepercayaan yang justru telah mengurung kita dalam satu zona kenyamanan yang tidak nyaman, dan telah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zakiumami.wordpress.com&amp;blog=12068563&amp;post=91&amp;subd=zakiumami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika kita ditanya, &#8220;Mengapa orang sukses?&#8221; atau &#8220;Mengapa orang gagal?&#8221;, maka kita akan selalu mendapatkan jawaban yang beragam. Terlepas dari jenjang pendidikan, kadang jawaban kita justru bersifat menghambat diri kita sendiri untuk bisa mencapai keberhasilan hidup. Jawaban-ja<span id="more-91"></span>waban itu mencerminkan sistem kepercayaan yang justru telah mengurung kita dalam satu zona kenyamanan yang tidak nyaman, dan telah menjadi penjara mental yang tidak disadari.</p>
<p>Penjara mental yang dimaksudkan adalah berbagai kepercayaan yang salah, yang diterima sebagai sesuatu yang benar, tanpa pernah diperiksa keabsahan dan kebenaran kepercayaan itu. Setiap kali ditanya &#8220;Mengapa orang sukses?&#8221;, jawaban standar yang didapatkan adalah karena faktor keturunan, hoki, pendidikan, koneksi, hari lahir/jam lahir, nasib, jenis kelamin, shio/zodiak, modal, dan kesehatan / fisik. Anehnya, bila ditanya, &#8220;Mengapa orang gagal?&#8221;, maka jawaban yang didapat kurang lebih sama dengan jawaban di atas.</p>
<p>Kita berkeyakinan bahwa apa yang kita percayai itu, sebagai faktor yang menentukan keberhasilan atau kegagalan hidup, adalah hal yang benar. Alasannya adalah karena kepercayaan itu adalah pelajaran yang didapatkan dari orang tua, guru, atau figur yang kita kagumi dan hormati.</p>
<p>Penjara yang umum kita kenal adalah tempat untuk mengurung seseorang, untuk periode waktu tertentu, yang telah berbuat kesalahan atau kejahatan. Selama seseorang berada di penjara maka ia kehilangan kebebasan dan sebagian hak-haknya sebagai warga negara. Narapidana menjalani hidup yang monoton dan terisolasi dari dunia luar sampai masa hukumannya habis.</p>
<p>Penjara mental menjalankan fungsi yang sama. Namun sangat banyak orang yang secara sadar atau tidak sadar telah memasukkan diri mereka ke penjara yang tidak kasat mata, yang lebih mengerikan, dan dapat mengurung diri mereka seumur hidup. Satu-satunya cara untuk keluar dari penjara mental adalah dengan secara sadar menelaah setiap kepercayaan yang dipegang seseorang. Tidak ada kepercayaan yang baik atau buruk. Yang ada adalah kepercayaan yang mendukung dan menghambat.</p>
<p>Kepercayaan seseorang mengendalikan cara berpikir, sikap, perilaku, bagaimana ia menggunakan waktunya, siapa kawannya, buku apa yang ia baca, gaya hidup, penghasilan, dan masih banyak aspek lain.</p>
<p>Mungkin banyak orang yang berkata, &#8220;Uang adalah akar dari segala kejahatan&#8221;. Orang dengan kepercayaan ini hidupnya biasa-biasa, cenderung agak kekurangan. Mereka telah mengadopsi kepercayaan yang salah. Kepercayaan ini telah menjadi penjara mental mereka.</p>
<p>Adanya seorang yang sangat berhasil secara finansial. Saat ditanya mengenai rahasia keberhasilannya, ia menjawab, &#8220;Sejak usia tujuh tahun saya telah mempunyai keyakinan bahwa bila saya berusaha dan bekerja keras, maka Tuhan akan berkonsultasi dengan saya untuk menentukan nasib saya&#8221;. Kita tidak boleh menilai apakah kepercayaan ini benar atau salah. Kepercayaan adalah sesuatu yang pribadi. Pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa apapun kepercayaan yang kita pegang maka kepercayaan ini akan mempengaruhi hidup kita.</p>
<p>Di akhir tulisan ini ada satu pertanyaan bagi pembaca. Ada dua keluarga yang mengajarkan dua kepercayaan yang berbeda pada anak-anak mereka. Keluarga pertama mengajarkan &#8220;Mangan ora mangan&#8230;&#8230;&#8230;kumpul&#8221; . Keluarga kedua mengajarkan, &#8220;Kumpul&#8230;.kumpul&#8230;&#8230;.kita makan&#8221;. Menurut anda, anak dari keluarga mana yang akan jauh lebih berhasil secara finansial?</p>
<p>Sumber:</p>
<p>www.adiwgunawan.com</p>
<br />Filed under: <a href='http://zakiumami.wordpress.com/category/psychology/'>Psychology</a> Tagged: <a href='http://zakiumami.wordpress.com/tag/motivasi/'>motivasi</a>, <a href='http://zakiumami.wordpress.com/tag/penjara-mental/'>penjara mental</a>, <a href='http://zakiumami.wordpress.com/tag/psikologi/'>psikologi</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zakiumami.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zakiumami.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zakiumami.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zakiumami.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/zakiumami.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/zakiumami.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/zakiumami.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/zakiumami.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zakiumami.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zakiumami.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zakiumami.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zakiumami.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zakiumami.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zakiumami.wordpress.com/91/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zakiumami.wordpress.com&amp;blog=12068563&amp;post=91&amp;subd=zakiumami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zakiumami.wordpress.com/2010/03/20/membebaskan-diri-dari-%e2%80%9cpenjara-mental%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c828cae8c9d24e4413a22833b15f13ee?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">zakiumami</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
